Senin, 25 Mei 2009

Gunung Argopuro

Boleh percaya boleh tidak. Kawasan Puncak Gunung Argopuro (3.088mdpl), Jawa Timur, kabarnya sempat menjadi tempat tinggal seorang dewi cantiknan jelita. Namanya Dewi Rengganis, selir raja pada masa Kerajaan Majapahit. Apabetul? Di sana ada reruntuhan yang dianggap sebagian orang sebagai sisa-sisaistana sang dewi.Cerita Dewi Rengganis ini telah melegenda di masyarakat kaki Pegunungan Iyang.Konon, pada masa kerajaan itu tengah berjaya, pelataran puncak Gunung Argopuro,sebutan lain bagi Pegunungan Iyang, berdiri sebuah istana megah. Istana itulengkap dengan segala atributnya, seperti balatentara, dayang-dayang, hewanternak, dan taman yang indah. Ini semata dibangun agar Dewi Rengganis kerasanmenempatinya.Menurut ramalan para empu pada masa itu, suatu saat tampuk kekuasaan KerajaanMajapahit akan jatuh ke tangan Dewi Rengganis. Untuk menghindarinya, keluarlah”Keppres” pembangunan istana tersebut. Pasalnya, dari seluruh selir raja, DewiRengganis yang paling disayang. Wajar jika masyarakat sekitar menyebutPegunungan Iyang sebagai Gunung Argopuro. Berasal dari kata arged dan puro.Dalam bahasa Madura berarti tempat atau istana yang paling tinggi.Tak pelak reruntuhan istana sang dewi menjadikan Argopuro menjadi gunung yangunik. Tak ada duanya di negeri ini. Menjumpai situs purbakala tertinggi di tanahJawa. Memikat siapa saja untuk menjelajahi dan mengamatinya. Sebuah kenanganyang begitu membekas di hati.’’Taman Firdaus’’Awal abad ke-20, kawasan Argopuro terlihat begitu cantik. Rusa berbiak dengancepat. Ratusan macan dahan bebas berkeliaran. Mengintip dan menerkam rusa yanglengah. Kucing hutan, babi, dan ajak tak mau kalah berburu satwa pemakan rumputitu. Pertumbuhan kijang, merak, dan ayam hutan tak kalah banyaknya.Junghuhn, warga Eropa pertama di Argopuro, menaksir jumlah rusa itu. Pada tahun1844, ia melihat lebih dari 50.000 ekor. Kawanan rusa itu hidup berkelompok.Tiap kelompoknya mencapai ribuan ekor.Tak cuma kaya satwa. Setiap sisi sungai di kawa- san ini ditumbuhi Primulapolifera yang cantik di antara rerumputan bunga-bunga nan cantik tumbuh subur.Jajaran cemara (Casuarina junghuhniana) tegak berdiri. Sedikit lebih ke atas,edelweis (Anaphalis viscida) mudah sekali didapati menghiasi padang rumputArgopuro. Ditambah kabut tipis menyelemuti vegetasi. Berkat daftar kekayaanhidupan liar dan padang bunga yang beragam, kawasan ini dijuluki Taman FirdausPulau Jawa.Cerita itu bukan khayalan. JA Wormser, pendaki asal Kerajaan Belanda, telahmembuktikannya. Dalam catatan hariannya, Wormser tak henti-hentinya memujikeindahan Argopuro. Bersama S Neumann, Wormser menggapai puncak Argopuro padatahun 1927. Mereka mencapainya setelah menempuh dua hari perjalanan yang dibantuoleh delapan porter.Meski tak seperti dulu, bayangan kemegahan masa lampau masih menjadi magnet.Argopuro tetap menarik untuk dijelajahi. Masih menyimpan berbagai ceritapenjelajahan dan petualangan yang memikat.Gampang DicapaiSecara geografis, Gunung Argopuro termasuk Cagar Alam Dataran Tinggi Iyangseluas 15.000 ha, terletak di sebelah utara Jember dan barat daya Bondowoso,Jawa Timur. Dari segi administratif, terbagi dalam tiga wilayah kabupaten, yaituProbolinggo, Jember, dan Situbondo. Selain menyajikan berbagai kisah, medanpendakian Argopuro teramat unik. Menantang setiap penjelajah untuk mendakinya.Betapa tidak, tanjakan dan turunan silih berganti menyambut Anda. Sebelum puncakdigapai, medan bergelombang itu seperti tiada habisnya.Ada dua jalur umum yang digunakan para pendaki untuk mencapai puncak. Pertama,melalui Desa Baderan, Kabupaten Situbondo, dan kedua, dari Ayer Dingin, DesaBremi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Kedua jalur tersebut memilikikarakteristik masing-masing. Namun, dari segi keamanan dan pencapaian titik awalpendakian, jalur Desa Bremi patut dikedepankan karena mudah dan relatif aman.Dibandingkan lewat Desa Baderan, sarana transportasi menuju Desa Bremi tersediadengan baik. Sampai di terminal Probolinggo tak perlu bingung. Naik saja busjurusan Bremi, lalu turun di Ayer Dingin. Perjalanan menuju desa ini memakanwaktu dua jam.Alternatif lain dengan menaiki Bison (sebutan penduduk setempat bagitransportasi jenis Isuzu Elf) jurusan Probolinggo-Situbondo. Turun di Pejarakan,lalu menyambung dengan angkutan desa ke Ayer Dingin, Desa Bremi.Masalah izin mendaki dapat diurus pada Pos KSDA/Kehutanan Bremi atau PolsekKrucil. Bila kurang, perbekalan pendakian dapat ditambah di desa ini, mudahmencarinya di antara sekian banyak warung kebutuhan pokok sehari-hari. Soalharga, ”beda-beda tipis” dengan di kota. Perjalanan menuju puncak Argopurodimulai dari areal perkebunan kopi milik PTP Ayer Dingin. Selama 30 menit, batashutan damar (Agathis damara) dapat kita capai.Taman HidupSeusai berjalan tiga jam, para pendaki akan bertemu persimpangan. Salah satunyamenuju Danau Taman Hidup. Sebuah danau terbesar di Dataran Tinggi Iyang. Arealini sangat penting bagi seluruh penghuni hutan Argopuro. Rusa, kijang, merak,ayam hutan, babi hutan, ajak, kucing hutan, hingga macan dahan setiap saatmenikmati kesegaran air danau ini.Saat ini, Danau Taman Hidup cocok sekali sebagai lokasi mengintip satwa-satwayang mulai langka, seperti rusa, kijang, kucing hutan, dan macan dahan sekaligusmengabadikan aktivitas mereka dalam berbagai karya fotografi. Air danau yangtenang dikelilingi pepohonan besar menjadikan panorama kian cantik. Palingtidak, suasana kalem itu menjadi doping menghadapi hiruk-pikuk Jakarta ataukota-kota sibuk lainnya. Beberapa pendaki sering memilih bermalam di sini,mengintip suasana pagi dan sore hari di Taman Hidup.Puas menikmati keindahan Danau Taman Hidup, medan bergelombang siap menyambutkita. Naik turun punggungan hal yang lumrah di sini. Inilah tantangan lain yangditawarkan Argopuro. Medan pendakian bergelombang yang panjang seperti tiadahabisnya. Tentu dituntut persiapan fisik dan strategi yang matang. Bila tidak,semangat dan napas bakal ”senin-kamis”.Selama setengah hari perjalanan, kita akan disuguhi beberapa vegetasi. Dariprimer khas hutan tropika hingga sekunder yang didominasi semak dan cemara(Casuarina junghuhniana). Makin ke atas, tipe vegetasi bergeser pada dominasitumbuhan berdaun jarum seperti edelweis (Anaphalis viscida). Tumbuhan khaspuncak gunung-gunung tanah Jawa ini tumbuh di antara padang rumput yang luas.Tingginya bisa mencapai lima meter.Meski memiliki medan terbilang berat, Argopuro tak pelit air. Selain Danau TamanHidup di awal pendakian, di bagian tengah terdapat dua sungai, Aeng Kenek danAeng Poteh. Plus satu sumber air terakhir sebelum puncak, daerah Rawa Embik.Ketiga sumber air itu cukup melimpah. Ini amat memudahkan kita mengatur strategiperbekalan. Lewat hitungan cermat, puncak dapat diraih tanpa harus memikul bebanberlebih.Kebanyakan pendaki memilih bermalam di Rawa Embik. Sebab, daerah ini memilikipadang rumput luas dan datar di antara pohon-pohon tinggi serta dekat puladengan sumber air. Tentu lokasi ini memanjakan para pendaki membuka tenda doommereka. Nyaman dan tak perlu rebutan kapling.Esoknya, sekitar pukul 02.00 dini hari, perjalanan diteruskan. Sudah pastitujuannya satu, summit attack, menggapai puncak Argopuro, menyaksikan segalakeunikannya.Ada dua puncak yang dapat kita capai, di utara puncak Argopuro dan di sebelahselatan puncak Rengganis . Reruntuhan candi peninggalan Dewi Rengganis terdapatpada puncak sebelah selatan itu.Turun sedikit dari puncak paling atas, terdapat lingkaran pondasi batu.Bentuknya mirip taman. Taman-taman kecil ini seperti pagar yang menghadap keluarke arah padang rumput, layaknya halaman rumah kita di abad modern ini. Bilaberuntung, pemandangan matahari terbit (sunrise) menambah semarak suasanapuncak, menambah keunikan Argopuro yang cantik. Rasa lelah dan penat dalamperjalanan seolah terobati dalam sekejap.–










disunting dari blog - BAYU DWI MARDANA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KIRANA WISATA

KIRANA WISATA